CHP : #3

Cerita Mistis Pendakian Gunung Ciremai

yang gacor hanya di YODA4D

CERITAHORORPENDAKIAN1 - . Gunung Ciremai, dataran tertinggi di Jawa Barat yang menjadi destinasi favorit pendakian. Kunjungan pendaki kerap meningkat pada musim liburan dan dua momen penting yaitu Agustus dan Tahun Baru. Saat mendaki, tubuh dipaksa bekerja keras untuk berjalan dan menahan beban logistik hingga batas kemampuannya. Kelelahan, letih dan lemas pasti akan menimpa para pendaki. Inilah saat pikiran kosong terkadang mendatangkan halusinasi. Tak heran jika banyak cerita mistis seputar Gunung Ciremai. Baik cerita mistis yang dialami para pendaki maupun cerita yang kita dengar dari warga sekitar.

Dituturkan Abah Indi (60), pengelola jalur pendakian Apuy, Argamukti, Argapura, Majalengka kerap mendapat "laporan" dari pendaki yang mengalami kejadian aneh.

“Dari Pos V Sanghyang Rangkah sering terdengar sayup-sayup suara gamelan,” kata Abah Indi saat ditemui di pos pendakian, kemarin (9/11).

“Banyak pendaki yang kaget dengan suara gamelan. Padahal di sekitar sini tidak ada perayaan,” canda Abah Indi melanjutkan ceritanya.

Abah Indi juga menceritakan banyaknya korban jiwa baik manusia maupun hewan akibat kerja paksa di perkebunan sekitar Apuy pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Jenazah mereka tidak dikuburkan melainkan dibiarkan tergeletak hingga membusuk. Berbeda dengan Arjuna (20), seorang pendaki asal Cirebon yang tidak mendengar musik gamelan misterius tersebut. Namun ia mengaku mengalami kejadian aneh saat menyusuri jalur pendakian Apuy bersama tiga temannya dini hari kemarin (8/11).

“Seekor burung hitam dan tawon hitam mengikuti kami dari pos VI hampir sampai ke puncak. Sungguh aneh dan sedikit menakutkan karena ini pengalaman pertama kami mendaki ditemani binatang. Mereka seolah menunjukkan jalan kepada kami,” kata Arjuna.
juga mengalami kejadian aneh saat berjalan di jalur pendakian Apuy beberapa waktu lalu.

Kejadian ini membuat bulu kuduk Arjuna dan kawan-kawan berdiri ketakutan dan juga menjadi pengalaman yang mengesankan. “Kejadian” ini pun tentunya akan menjadi cerita menarik yang diceritakan kembali kepada pendaki lainnya sehingga menimbulkan mistisisme. Burung hitam yang dimaksud adalah Anis Gunung (Turdus poliocephalus), burung pemakan cacing. Cacing banyak muncul akibat sisa makanan yang ditinggalkan para pendaki.

Kelelahan saat mendaki terkadang membuat otak kita sulit berpikir jernih. Nah, ini adalah jenis pemikiran “fatamorgana” yang di luar nalar dan logika. Namun kehidupan supranatural yang berada di dimensi, ruang dan waktu yang berbeda dengan kita memang benar-benar ada






Post a Comment

0 Comments